PALEMBANG — Direktur Samapta Polda Sumsel selaku Ka Opsda Aman Nusa II Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa menyatakan pendinginan lahan semi gambut di Ogan Ilir ditempuh karena medan tersebut nyaris tidak bisa dijangkau kendaraan. Petugas dikerahkan bersama tim gabungan untuk menuntaskan area seluas 10 hektare di tengah keterbatasan akses.
Karakteristik tanah semi gambut, semak belukar gelam yang mengering, minimnya sumber air, serta tidak adanya jalan utama menjadi kendala utama di lapangan. Untuk menembus kondisi itu, tim mengandalkan mesin pompa jinjing dan tandon air yang sudah dicampur cairan khusus X-Fire kode 01 sebanyak 10 jerigen.
Mengapa Formula X-Fire Dipilih di Lahan Semi Gambut
Ridwan menyebut formula tersebut dinilai sangat membantu efisiensi pemadaman di area rawa semi gambut. Cairan itu mempermudah petugas menuntaskan titik-titik panas yang tersisa setelah api utama dipadamkan.
Pendinginan menyasar lahan di kawasan Sungai Rambutan, Pulau Semambu. Lokasi ini masuk wilayah Kabupaten Ogan Ilir, salah satu daerah yang rawan terdampak karhutla saat musim kemarau.
Personel Gabungan yang Dikerahkan
Operasi pemadaman melibatkan personel Ditsamapta Polda Sumsel, Polres Ogan Ilir, dan Polsek Indralaya. Unsur Babinsa, Manggala Agni, BPBD, MPA, serta Damkar Ogan Ilir turut dikerahkan ke lokasi.
Kombinasi personel lintas instansi itu memungkinkan pembagian tugas, mulai dari penyemprotan cairan, pengisian tandon, hingga pemantauan titik panas di area yang belum sepenuhnya aman.
Apresiasi untuk Kerja Sama TNI-Polri
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, mengapresiasi solidnya kerja sama TNI-Polri dan instansi terkait dalam mengamankan lingkungan dari ancaman karhutla.
Pendinginan lahan di Ogan Ilir menjadi bagian dari rangkaian operasi Aman Nusa II yang dijalankan Satgas Polda Sumsel. Petugas masih bersiaga memantau titik panas susulan mengingat kondisi tanah yang mudah memicu api kembali.