Mobil Baji Legendaris Era 70-80an, dari DeTomaso Pantera hingga Lancia Stratos
NAVIGASI.CO.ID — Era keemasan desain wedge tidak bisa dilepaskan dari kontribusi pabrikan Italia. DeTomaso Pantera, misalnya, menjadi bukti kolaborasi lintas Atlantik yang sukses. Mobil ini menggabungkan gaya tubuh khas Italia dengan jantung pacu V8 Cleveland 5.8 liter asal Amerika yang bertenaga lebih dari 300 horsepower.
Pantera: Kolaborasi Desain Italia dan Tenaga V8 Amerika
Sejarah Pantera tidak lepas dari campur tangan Lee Iacocca, kepala Ford Amerika Utara kala itu. Ia mengambil alih proyek yang sebelumnya digarap Carroll Shelby dan membuat kesepakatan dengan DeTomaso untuk menciptakan mobil sport mid-engine kelas atas yang menyasar pasar Amerika Serikat.
Desainnya digambar oleh Tom Tjaarda, desainer asal Amerika yang bekerja di rumah desain Ghia. Debutnya pada 1970 dianggap revolusioner untuk mobil produksi massal, dengan proporsi mid-engine yang presisi dan garis otot yang menegaskan performa mesin di belakang kursi pengemudi.
Meski menjadi salah satu mobil tercepat di dekade 1970-an, masa edar Pantera di pasar AS hanya bertahan hingga 1974. Produksi totalnya berakhir di awal 1990-an dengan hanya sekitar 7.000 unit yang keluar dari pabrik.
Stratos: Dari Konsep Futuristik ke Juara Reli Dunia
Jika Pantera adalah bukti kolaborasi, Lancia Stratos adalah hasil evolusi konsep paling ekstrem. Basisnya adalah mobil konsep Stratos HF Zero yang dirancang Marcello Gandini saat bekerja di Bertone, diperkenalkan di Turin Motor Show 1970. Tinggi atapnya hanya 33 inci dari tanah, membentuk siluet seperti tetesan air mata cyberpunk.
Versi produksi yang meluncur pada 1973 tampil berbeda dari konsepnya, namun inspirasi bentuk bajinya tetap terlihat jelas. Mobil ini dilengkapi mesin V6 Dino milik Ferrari, dengan overhang yang ditinggikan untuk sudut approach dan departure maksimal, kokpit super sempit ala jet tempur, dan tanpa bumper sama sekali.
Hasilnya adalah mobil reli yang memenangkan tiga gelar World Rally Championship berturut-turut dari 1974 hingga 1976. Stratos membuktikan bahwa desain wedge bukan sekadar gaya, tetapi juga fungsi motorsport murni.
Ferrari Dino 308 GT4: Desain yang Sempat Dianggap Terlalu Eksentrik
Di antara ketiganya, Ferrari Dino 308 GT4 mungkin yang paling kontroversial pada masanya. Ketika diluncurkan, bentuknya yang bersudut tajam dianggap terlalu jauh dari pakem desain Ferrari yang selama ini identik dengan lekukan elegan.
Namun dari perspektif sejarah, Dino 308 GT4 justru menjadi bagian penting dari transisi desain menuju era wedge. Mobil ini menunjukkan bahwa bahkan pabrikan paling konservatif sekalipun mulai merangkul bahasa desain yang lebih agresif dan futuristik.
Ketiga mobil ini mewakili spektrum desain wedge yang berbeda: Pantera dengan kekuatan pasar Amerika, Stratos dengan kemenangan reli, dan Dino 308 GT4 sebagai jembatan menuju era modern. Bentuknya yang tajam dan tegas tetap dikenang sebagai salah satu periode desain otomotif paling berani sepanjang sejarah.