4 SMA Unggul Garuda Rampung Dibangun, Prabowo Sebut Kurikulum IB Standar Dunia untuk Cetak Lulusan Kampus Top
JAKARTA — Pemerintah memastikan hadirnya jenjang pendidikan menengah baru bagi anak-anak Indonesia yang memiliki kecerdasan istimewa. Empat gedung SMA Unggul Garuda telah selesai dibangun dan siap beroperasi, menyusul perluasan program SMA Garuda Transformasi yang kini mencapai 42 sekolah di 15 provinsi.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, kehadiran sekolah ini bukan sekadar menambah jumlah ruang kelas, melainkan mengubah standar kompetensi lulusan. Kurikulum yang dipakai adalah International Baccalaureate (IB), sebuah kerangka pendidikan yang diakui universitas-universitas ternama di dunia.
"Apa yang membedakan karena SMA ini menggunakan kurikulum internasional, IB, yang sesuai dengan standar tertinggi, sama dengan sekolah-sekolah terbaik di dunia dan kita siapkan mereka untuk masuk ke universitas-universitas yang terbaik di dunia," kata Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat.
Empat Sekolah Baru dan Perluasan 30 Sekolah Transformasi
Keempat SMA Unggul Garuda yang telah tuntas dibangun berlokasi di Belitung Timur, Bangka Belitung; Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; Bulungan, Kalimantan Timur; dan Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Pemilihan lokasi ini tampaknya ditujukan untuk pemerataan akses pendidikan berkualitas di luar Pulau Jawa.
Di sisi lain, program SMA Garuda Transformasi mengalami lompatan besar. Tercatat 12 sekolah berdiri pada 2025, dan jumlah tersebut bertambah 30 sekolah baru pada 2026. Totalnya kini 42 sekolah yang tersebar di 15 provinsi, sebuah ekspansi agresif dalam waktu dua tahun.
Konsep Keadilan ala Prabowo: Dukungan Sesuai Kebutuhan, Bukan Perlakuan Sama
Di balik pembangunan sekolah khusus ini, Presiden Prabowo menyelipkan pesan filosofis tentang keadilan dalam pendidikan. Ia meluruskan anggapan bahwa adil berarti memberikan perlakuan identik kepada seluruh warga negara.
"Adil itu tidak berarti negara beri semua orang perlakuan yang sama. Adil adalah ketika negara beri dukungan yang sesuai dengan kebutuhan," ujar Prabowo. Artinya, siswa dengan bakat istimewa memerlukan fasilitas dan kurikulum berbeda agar potensinya tidak terhambat.
Strategi ini berjalan paralel dengan pengiriman pelajar ke luar negeri. Jumlah mahasiswa S1 yang dikirim ke kampus-kampus terbaik dunia melalui Beasiswa Garuda mencapai 416 mahasiswa pada 2025 dan meningkat menjadi 515 mahasiswa pada 2026.
Perguruan Tinggi Negeri Ikut Melesat ke Peringkat Dunia
Upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak berhenti di level sekolah menengah. Presiden Prabowo memaparkan capaian tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) Indonesia yang kini masuk jajaran 500 kampus terbaik dunia.
Universitas Indonesia menempati peringkat 191. Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga berhasil menembus kelompok 300 besar. Sementara Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember masuk kelompok 500 besar.
"Tentunya ini harus lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang," kata Prabowo menegaskan target ambisius pemerintah untuk terus menaikkan reputasi pendidikan tinggi nasional di mata dunia.