Breaking

Karhutla Sumsel Masih Jadi Perhatian BNPB, 1.517 Hotspot Terdeteksi dan 1.926 Hektare Lahan Terbakar

RE
Rabu, 26 Agustus 2026
Karhutla Sumsel Masih Jadi Perhatian BNPB, 1.517 Hotspot Terdeteksi dan 1.926 Hektare Lahan Terbakar
Petugas gabungan memadamkan titik api karhutla di Sumatera Selatan, Selasa (25/8).

PALEMBANG — Upaya pemadaman karhutla di Sumatera Selatan masih menjadi prioritas utama BNPB bersama tim gabungan di lapangan. Berdasarkan data terbaru, operasi darat difokuskan di tujuh wilayah, yakni Ogan Ilir, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu, Muara Enim, dan Palembang.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan penanganan dilakukan melalui dua pendekatan sekaligus, yaitu operasi darat dan operasi udara. Hal ini untuk mencegah api kembali muncul dan meluas ke area lain.

Dua Wilayah Masih Butuh Pendinginan Ekstra

Meski sejumlah titik di Ogan Ilir, Lubuklinggau, Prabumulih, serta Ogan Komering Ulu Selatan telah dinyatakan padam dan terkendali, dua kabupaten masih memerlukan perhatian serius. BNPB menegaskan proses pemadaman dan pendinginan masih diperlukan di Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin.

“BNPB dengan tim gabungannya telah menyampaikan beberapa hal, ada dua cara yang dilakukan yaitu operasi darat maupun operasi udara,” ujar Berton di Jakarta, Selasa (25/8).

52 Armada Udara Dikerahkan untuk Patroli dan Water Bombing

Untuk mempercepat proses penanganan, BNPB mengerahkan kekuatan udara yang signifikan. Sebanyak 52 armada udara telah disiagakan dan jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring kebutuhan di lapangan.

Dari total armada tersebut, 15 unit digunakan untuk keperluan patroli udara, sementara 37 unit lainnya dikerahkan untuk operasi water bombing atau pemadaman dari udara. “Di 52 ini ada 30 di Kalimantan, dan 22 ada di Sumatera,” pungkas Berton.

Bagaimana Kondisi Karhutla di Provinsi Lain?

Operasi serupa juga masih berlangsung di lima provinsi lain yang terdampak, yaitu Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Di Riau, BNPB mendeteksi 447 titik panas dengan indikasi lahan terbakar mencapai 15.736 hektare.

Berbeda dengan Sumsel, wilayah Riau mulai diguyur hujan. Kondisi ini diharapkan mampu mengurangi titik panas sekaligus meningkatkan kelembapan lahan gambut yang masih mengeluarkan api maupun asap di Pelalawan, Bengkalis, Kampar, dan Indragiri Hilir.

Sementara itu, jumlah hotspot tertinggi di antara enam provinsi yang dipantau tercatat di Kalimantan Barat dengan 1.836 titik dan indikasi lahan terbakar seluas 36.310 hektare. Di Kalimantan Tengah, tim gabungan tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga berupaya membatasi penjalaran api agar tidak meluas ke desa-desa di Kapuas, Katingan, dan Kota Waringin Timur.

Sumber: balipost.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua