Breaking

Armada Water Bombing Karhutla Sumsel Bertambah Jadi 6 Unit, Satu Helikopter Bantuan BNPB Tiba di Palembang

ZA
Sabtu, 15 Agustus 2026
Armada Water Bombing Karhutla Sumsel Bertambah Jadi 6 Unit, Satu Helikopter Bantuan BNPB Tiba di Palembang
Satu unit helikopter water bombing bantuan BNPB tiba di Palembang, menambah armada pemadaman karhutla Sumatera Selatan menjadi enam unit.

PALEMBANG — Eskalasi karhutla yang memicu kabut asap di sejumlah wilayah Sumatera Selatan membuat pemerintah pusat memperkuat operasi pemadaman dari udara. Satu unit helikopter water bombing tambahan dari BNPB telah mendarat di Palembang, melengkapi lima unit yang sebelumnya sudah beroperasi.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengonfirmasi kedatangan armada tersebut pada Jumat (14/8/2026). Dengan tambahan ini, total ada enam helikopter water bombing yang kini disiagakan untuk menjangkau titik api yang sulit dipadamkan lewat jalur darat.

Penambahan Armada Masih Berlanjut

BPBD Sumsel sebelumnya telah mengusulkan penambahan dua unit helikopter untuk mempercepat penanganan karhutla. Dari jumlah tersebut, satu unit sudah tiba dan satu unit lainnya masih dalam proses pengiriman.

"Masih menunggu satu lagi. Sebelumnya kita sudah mengusulkan dua unit tambahan untuk penanganan karhutla," kata Sudirman.

Mengapa Eskalasi Karhutla Meningkat?

Penambahan armada udara ini merupakan respons atas meluasnya area terdampak. Kondisi tersebut memicu peningkatan kabut asap yang mengganggu aktivitas warga di beberapa kabupaten/kota di Sumsel.

"Penambahan helikopter ini untuk memperkuat penanganan karhutla, terutama karena eskalasinya meningkat," jelasnya.

Helikopter Patroli Tetap Dua Unit

Berbeda dengan armada water bombing, jumlah helikopter yang bertugas memantau kondisi karhutla dari udara tidak mengalami perubahan. Dua unit helikopter patroli masih dioperasikan untuk memantau titik api dan mendukung koordinasi pemadaman.

"Hanya helikopter patroli udara yang akan diberi tambahan untuk penanganan karhutla di Sumsel," tukasnya.

Keberadaan armada water bombing dinilai krusial, terutama untuk menjangkau lokasi-lokasi yang tidak bisa diakses oleh petugas darat. Titik api di lahan gambut yang dalam sering kali membutuhkan penanganan cepat dari udara agar tidak meluas ke area permukiman.

Sumber: detik.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua