PALEMBANG — Prima Salam menilai lingkungan pesantren menjadi ruang pembinaan yang membentuk sikap, kedisiplinan, akhlak, dan kepedulian sosial para santri. Menurutnya, ilmu agama yang diperoleh di pesantren baru bermakna bila diwujudkan lewat perilaku sehari-hari.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Palembang memberi dukungan terhadap kegiatan pendidikan dan keagamaan yang dilaksanakan di pesantren. Dukungan itu, kata dia, sejalan dengan posisi pesantren sebagai lembaga pembinaan generasi muda.
Maulid Nabi sebagai Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah
Bagi Prima Salam, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar agenda seremonial. Momentum itu dinilainya tepat untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.
"Maulid Nabi menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Nilai-nilai keteladanan tersebut sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Prima Salam.
Ia berharap para santri tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan agama. Akhlak yang baik, sikap menghormati sesama, dan manfaat bagi masyarakat dinilainya sama pentingnya.
"Kita berharap para santri tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan agama, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, mampu menghormati sesama dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tuturnya.
Pesantren sebagai Ruang Pembentukan Sikap dan Kedisiplinan
Prima Salam menyoroti peran pesantren yang tidak berhenti pada pengajaran ilmu agama. Lingkungan pesantren, menurutnya, menjadi tempat menempa sikap, kedisiplinan, akhlak, dan kepedulian sosial para santri.
"Pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, Pemerintah Kota Palembang tentu memberikan dukungan terhadap kegiatan pendidikan dan keagamaan yang dilaksanakan di pesantren," katanya.
Ia mengajak para santri menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan. Ilmu yang diperoleh di pesantren, ujarnya, akan semakin bermakna apabila diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang baik.
Milad ke-55 dan Haul Muassis Warnai Rangkaian Kegiatan
Peringatan Maulid Nabi di Ponpes Ar-Riyadh dirangkaikan dengan sejumlah agenda penting. Selain Milad ke-55 Ponpes Ar-Riyadh, kegiatan itu juga memuat Haul Muassis Ma'hadir Riyadh ke-43 serta Walimatul Ursy.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan. Sejumlah ulama, tokoh agama, majelis, dan para santri Ponpes Ar-Riyadh turut hadir.
Prima Salam menilai rangkaian kegiatan tersebut memperkuat silaturahmi antara pemerintah, ulama, pengasuh pesantren, santri, dan masyarakat.
"Silaturahmi seperti ini harus terus kita jaga. Pemerintah, ulama, pesantren dan masyarakat harus berjalan bersama dalam membangun kehidupan Kota Palembang yang religius, harmonis dan penuh kebersamaan," ungkapnya.
Harapan agar Nilai Maulid Tak Berhenti di Seremonial
Prima Salam berharap nilai-nilai peringatan Maulid Nabi terus diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat. Ia menekankan semangat dan keteladanan Rasulullah SAW harus dibawa ke kehidupan sehari-hari.
"Yang paling penting adalah bagaimana semangat dan keteladanan Rasulullah SAW dapat kita bawa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, peringatan Maulid Nabi memberikan manfaat yang nyata bagi kita semua," pungkasnya.